Road to London

>> Tuesday, 12 July 2011

hari ini aku masih di Depok,
kota kecil di pinggiran Jakarta, tempat sebuah universitas ternama
kerna disanalah aku pernah menghabiskan beberapa tahun tuk menuntut ilmu,

hasratku mengelana,
jauh ke seberang sana,
ke sebuah benua, antara Islandia dan Rusia,
orang-orang bermata biru,
lalu lalang melintas samudera,
bak prajurit Viking menjerat lautan,

aku ingin menapak di sana,
ke sebuah benua, orang-orang bermata biru mempesona,
dari tanah Cordova hingga kampung Skandinavia,

London, oi, aku menatap dari sini,
dari tempatku berpijak hari ini,
Big Ben masih berupa lukisan di saraf retinaku,
namun ia masih serupa maya di pelupuk mata,

akankah Eiffel mengalihkan pandanganku dari Buckingham?
ah, ya mungkin saja
tapi kini aku masih keliru menilai diri,
kepercayaan diri yang tak pernah terasah,
menjerembabkan jiwaku pada ngarai terdalam kelemahan,
aku tahu itu salah,
mengizinkan orang lain merobek-robek lembaran mimpi-mimpiku,
atau membiarkan ladang cita-citaku terkoyak oleh mereka yang hasad, dengki,

aku kan berlari dan trus berlari,
hingga menembus ruang dan waktu,
siang dan malam,
tiada henti,
hingga ajal menjemputku,



*pagi dini hari, cisarua

Read more...

aku ingin terus menulis!

>> Sunday, 10 July 2011

aku ingin tetap menulis,
dan terus menulis,
tanpa henti,
apapun yang terjadi
meskipun tak ada yang mempedulikan,
aku tak peduli,
sebab aku menulis bukan untuk mereka,
aku menulis untuk diriku,
aku menulis untuk melukiskan jiwa para pelaku kehidupan,
kebahagiaan,
kedukaan,
kegetiran,
kegalauan,
keputusan,
kenyataan,
kekalahan,
kemenangan,
aku ingin lukiskan apa adanya,
agar setiap jiwa memahami,
betapa kehidupan begitu berwarna,
punya arti di setiap waktu,
tanpa tergantung dari siapa pelakunya,
aku pun ingin mewarnai,
tanpa harus takut terwarnai,
aku berani,
karena itu aku menulis!



*berlari menuju Tuhan.

Read more...

"Boi!"

>> Wednesday, 6 July 2011

saia memanggilnya, "Boi!"
begitu pula para jejaka yang lain.
jangan salah kaprah kawan, panggilan ini adalah panggilan keakraban,
bila kau sudah "berani" memanggilnya "Boi!" itu artinya kita sudah saling rela untuk berteman. Lengkap dengan segala kekurangannya, hehe...

entah sejak kapan panggilan ini dimulai,
menurut cerita dari orang kedua dan ketiga, panggilan "Boi!" bermula ketika seorang office boy di bimbel kami dulu sering mengakhiri kalimat obrolannya dengan kata "Boi!" (mengucapkannya harus terpisah yaitu "Bo" + "i", bukan "Boy!", mengerti kan maksud saia?). Tapi pengertiannya sih sama saja, yaitu sobat (laki-laki). Masih ingat Laskar Pelangi jilid dua? di buku Sang Pemimpi, banyak dialog antara Ikal dan Arai, maupun yang lain selalu memakai sebutan "Boi!" (tapi pengucapannya "Boy!").

maklum saja, dulu para punggawa bimbel semuanya adalah para jejaka, belum nikah pula!
sedangkan sang office boy ini sudah menikah.
maka bisa ditebak bila obrolannya seperti apa. Tapi teman-teman saia tentu saja santun, tidak blak-blakan. Masih ada rasa risih dan malu. Waktu itu saia belum bergabung dengan bimbel. Saia kira itu hanya panggilan iseng saja, tapi ternyata ada sejarahnya juga.

Dan, kini bila berkomunikasi melalui ha-pe maupun telepon, maka selalu dibuka dengan pertanyaan, "Ada apa Boi?"
namun kini, setelah lewat satu tahun, saia tidak mendengar panggilan itu lagi. Sebuah rindu yang tak berbilang, sungguh ingin bersua dengan mereka. Terutama sang pelaku utama dari pagelaran bimbel kami, yakni sahabat kami semua, "Maw!"

Lelaki yang gigi serinya ompong satu di bagian atas itu,
yang tersenyum getir bila mesti mengingat masa lalunya,
ya, sahabat kami semua itu telah menjadi yatim piatu sejak duduk di sekolah menengah pertama, namun ia tegar setegar-tegarnya, ia mampu memperlihatkan bahwa ia mampu bertahan meski kegetiran itu masih terasa, ia adalah mantan ketua BEM di salah satu fakultas di sebuah universitas negeri di jakarta,

ia yang tak mau menampakkan raut kesedihan di hadapan kami semua, karena baginya itu adalah masa lalu,
justru yang terjadi adalah kebalikan, kami yang selalu merepotkannya,
kami yang seringkali curcol kepadanya,

begitulah kenyataannya,
tapi saia rasakan beban mental yang sungguh berat menggelayuti,
ia belum menikah, saat ini,
sementara kakak dan keponakannya butuh perhatian darinya,

kawan, sudah saia bilang padamu, panggilan "Boi!" bukan panggilan biasa, ia adalah panggilan keakraban, lengkap dengan segala kekurangan,
dan ketika saia mengucapkan sekali lagi, di pelupuk mata selalu hadir bayangan sahabat kami itu, lengkap dengan sunggingan senyum getirnya, lengkap dengan gigi ompongnya,
ya, dia adalah sahabat kami semua, "Maw!"

saia tahu kau disana galau, kawan
kami semua pun mengerti kegelisahan yang sering hadir dan membuatmu tidak bisa tidur nyenyak semalaman, kami ingin hadir bersama, agar resahmu jadi bahagia, kami hadir agar pelupuk matamu tak tergenang airmata, namun kami tahu kau tak pernah menangis karena itu, karena bagimu semua adalah kenyataan yang mesti dihadapi, ungkapan yang sering kau lontarkan, "Hidup sudah susah, jangan dibikin susah lagi!"

hari ini, kami ingin hadir bersamamu,
meski dalam bayanganmu, sahabat kami, "Maw!"



*persembahan tuk sobat kami semua, "Maw!"
dunia karya n cita

Read more...

Light!

>> Tuesday, 5 July 2011

sekilas cahaya
berkelebat di wajahku
pias aku tak berdaya
lantas diam terpaku

...

Now or never!
yes, you are the young man!
but, in the next time you'll be ...

...

Enyahlah masa lalu
jangan sering bayangi aku
dimana masa depan
aku kan tuju

...

bila pagi menyaput malam
hilang sudah kelam temaram
apatah senja kian menikam
tapi dosa trus menghunjam

...


*dunia karya n cita
dingin!!!

Read more...

Monyet (jadi) Entrepreneur

>> Sunday, 3 July 2011

tantangan tuk jadi entrepreneur kemarin, "monyet aja bisa jadi entrepreneur!", so, jangan kalah ama monyet!!

sori kawan, kalimat di atas emang sangat provokatif, sarkasme, tapi begitulah ketika usaha penyadaran tuk bangkit melawan kemalasan dan ketakutan tuk jadi entrepreneur sudah sangat akut.

orang yang mengemukakan kalimat tersebut bukannya tanpa alasan memakai kata "monyet". Menurutnya, jaman sekarang, di Indonesia perlu ada penyadaran khususnya di kalangan anak muda bahwa menjadi entrepreneur harus dimulai sejak dini. Di Jepang saja, monyet sudah dipekerjakan menjadi waiter/waitress, pengganti manusia. Alasannya, monyet bisa dibayar sangat murah, cukup diberi pisang saja, serta monyet tidak pernah unjuk rasa! wkwkwk ...

Dan orang tersebut saia rasa punya 'wewenang ilmiah' (minjem istilahnya Andrea Hirata) untuk mengemukakannya. Karena ia juga seorang entrepreneur dan sekaligus mantan mahasiswa berprestasi sewaktu kuliah di UNSOED, Bang Zaenal "JAY" Abidin (43).

buang semua alasan yang akan membatalkan niat anda tuk jadi entrepreneur. Karena semakin banyak alasan semakin kecillah peluang anda tuk jadi entrepreneur.

tuk jadi entrepreneur hanya diperlukan satu keterampilan saja, yaitu
 "KEBERANIAN UNTUK MENJUAL",
selebihnya adalah mengelola uang. Mulai saja dari yang terkecil, lalu tingkatkan kemampuan diri anda perlahan-lahan. Tahukah anda inti dari manajemen? Inti dari manajemen adalah,
"GETTING THINGS THROUGH THE OTHERS"

kalau anda saat ini berposisi sebagai karyawan, niatkan jangan mau seumur hidup jadi orang gajian (mirip judul bukunya Valentino Dinsi).

kalau anda saat ini sebagai pelajar atau mahasiswa, maka prioritaskan yang utama, prioritaskan yang permanen. (Nah, sampe di sini agak ngeri dengernya *__*)
maksudnya, anda tetap sebagai pelajar atau mahasiswa berprestasi, tapi anda juga harus sebagai entrepreneur sejati.
ketika teman-teman anda sibuk mencari pekerjaan, anda sudah mengantongi uang bahkan membayar gaji karyawan.

hiduplah pas-pasan!
pas mau naik haji, ada uang.
pas mau beli mobil, ada uang.
pas mau ke luar negeri, ada uang.
pas mau liburan, ada uang.

jangan hidup berkecukupan!
cukup naik angkot saja.
cukup jadi pegawai saja.
cukup beli sepeda saja.

so, hidup adalah pilihan!
dan setiap pilihan, anda harus bertanggung jawab.
jangan sia-siakan hidup anda dengan membuang-buang usia dan waktu.

menjadi entrepreneur, seperti peribahasa, "berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang entah kapan". Menjadi entrepreneur, bukan anda yang mengejar uang, tapi uanglah yang mengejar-ngejar anda.


Bagi yang bukan entrepreneur,
TIME IS MONEY!

Tapi bagi para entrepreneur,
TIME IS HAPPY!

so, selamat berkarya, selamat menjadi entrepreneur!



**dunia karya n cita
membara!!!

Read more...

kematian dan sang waktu

>> Thursday, 23 June 2011

nampak menyeramkan bila saia mengetengahkan tema ini.
tapi apa boleh buat toh karena ini yang semua orang akan rasakan, dari jaman baheula hingga kiwari.
moga-moga sobats semua tidak merasa gentar dengan membaca tema kali ini. enjoy aja lagi.


Ada kedekatan dan kesamaan antara kematian dan sang waktu. Betapa kematian telah menjadi pemutus berbagai kenikmatan. Kenikmatan yang telah dinikmati oleh para raja dan rakyat jelata. Kenikmatan yang tlah dinikmati oleh orang-orang kaya maupun miskin papa. Kenikmatan yang tlah dinikmati oleh para negarawan maupun para tiran.


Maka waspadalah terhadap sang waktu, dan siap siagalah terhadap kematian yang sewaktu-waktu bisa hadir di pelupuk mata, tanpa pernah ada pemberitahuan sebelumnya. Tapi bukankah tanda-tandanya tlah kita rasakan bersama?


*pagi hari yang sejuk di Kota Malang
renungan tuk masa depan [dunia karya n cita]

Read more...

engkau tetap sahabatku

>> Tuesday, 21 June 2011


dia adalah sahabatku bahkan lebih  
dia adalah yang diburu…datang padaku
sekedar lepas lelah dan sembunyi 

(Iwan Fals)


tau kan arti sahabat? arti sebuah persahabatan? tentu lebih dari sekedar sebuah pertemanan,, karena ia nampak seperti saudara dekat,, punya ga?

selama hidup, tiap 'zaman' saya selalu punya sahabat, dan biasanya hanya satu orang, dan selalu laki-laki, sedangkan sahabat wanita tidak ada, mungkin lebih bagus dijadikan teman saja, entah kenapa (*mungkin dari sononya gitu,

Sahabat-sahabat saya itu bertebaran dimana-mana. Ada yang satu kota, ada juga di kota lain. Sejak sekolah dasar hingga saya kuliah, dan ngantor di kantor pemerintah, selalu ada satu orang sahabat yang berkesan. Untuk orang per orang yang berkesan adalah saat di kampus, dan saat saya menjadi tutor di daerah Lenteng Agung. Itu adalah pengalaman berkesan yang luar biasa. Dan sekarang Allah swt menganugerahkan seorang sahabat pada saya di kantor.

tapi, saya pernah punya tim sahabat, bertujuh, dan hanya sekali dalam hidup, masing-masing berinisial HS, PM, Y, TS, DK, dan MF, terakhir saya sendiri. Hanya dua orang yang berstatus sebagai PNS yakni saya dan MF. Yang lain, HS sebagai agen properti, PM karyawan bank di Bogor, Y karyawan penerbitan, TS wiraswasta dan DK sebagai karyawan otomotif. Semuanya bertempat tinggal di kota yang sama kecuali DK yang sekarang menetap di Medan. Saya namakan tujuh orang ini sebagai tim "al-fath" artinya kemenangan, sekalipun kami tidak pernah menamai tim ini. Tapi saya terlanjur suka.

Dan selama hidup saya, keenam orang ini menempati bilik hati saya tersendiri dibandingkan teman-teman lainnya. Entah kenapa, tiap kali bertemu dengan mereka saya selalu dengan mudah melayangkan senyuman, hangat berjumpa, menanyakan masing-masing keadaan diri dan keluarga.

Mereka tidak pernah marah, sama sekali. Tidak pernah berkata-kata kasar, dan tidak pernah menyakitkan, sedikitpun. Tidak ada dendam, tidak ada kesumat, tidak pernah menyinggung kekurangan kami. Kami lebih suka bersinergi. Saling bekerja sama. Saling menopang. Saling menanggung. Tersenyum merekah. Saling berbagi kehangatan. Saling berbagi cerita dan senantiasa ceria.

Ya, dibandingkan teman-temanku yang lain, mereka berenam lebih ku sayangi. Kedekatanku dengan mereka lebih erat dibandingkan lainnya, entah kenapa. Maka saya pun kehilangan mereka tatkala berpisah karena menjalani pekerjaan masing-masing atau menjalani kehidupan bersama keluarganya.

Sebenarnya saya juga punya tim lain yang hampir sama dengan tim sahabatku yang enam ini. Mereka ada di daerah Lenteng Agung saat saya menjadi tutor dan saat saya belajar bahasa arab di UI. Mereka semua adalah sahabatku, dan tetap sahabatku.

Dan sekarang saya benar-benar kehilangan mereka. Sangat kehilangan bahkan.
Adakah Allah swt memberiku pengganti sahabat-sahabatku itu? Kalaulah tidak semua maka cukuplah satu orang sebagai sahabat sejati. Tapi saya akan tetap mengingat mereka selamanya. Semoga Allah swt merahmati mereka dan menyayangi mereka semua, para sahabatku tercinta. Enam orang sahabatku, al-fath. Juga sahabat-sahabat ceria di Lenteng Agung. Juga sahabat-sahabat ceriwisku di kelas bahasa arab LBI UI, terutama sang pengajar favorit kami, Miss Gina.


I LOVE YOU FULL


dan, kau bagaimana dengan dirimu sobats?

**dunia karya dan cita
selasa yang hening.

Read more...

ONLINE

Powered By Blogger

About This Blog

Lorem Ipsum

Our Blogger Templates

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP