Showing posts with label UI. Show all posts
Showing posts with label UI. Show all posts

KOTA TUA

>> Monday, 8 February 2010

Kota Tua.
Tidak menarik! Norak! Terlalu dipaksakan. Sudah lama pikiranku melayang mengenai kota yang sering dinamakan kota tua ini. Inilah cikal bakal kota Jakarta sekarang ini. Apa-apa yang pernah aku lihat dulu mungkin tidak semenarik sekarang ini. Mungkin juga aku terlalu egois tidak memperhatikan kemajuan yang dicapai oleh 'orang-orang' yang telah sedikit merenovasi kota kecil ini. Aku rasa mungkin hanya beberapa sudut yang dibenahi. Sisanya, teronggok seperti sedia kala.
Ah, diriku memang selalu merasa tak puas dengan keadaan yang menurutku tidak pernah rapi. Kota tua, haha.. sudah berapa kali aku melewatinya saat masih bolak-balik UI-Cagar Alam Muara Angke. Tapi kini, meski ramai tetap saja belum mengobati apa yang aku sebut sebagai memori lama. Orang bilang, nostalgila, eh salah! Nostalgia.
Sebenarnya aku ingin berbagi tentang perjalanan wisata ke kota tua beberapa pekan yang lalu, awal tahun baru 2010. Nah, dari sana lah ide ini bermula. Aku ingin menceritakan tentang hal-hal menggelikan seputar kota tua. Tentang tim wisata yang gokil abis, suasana kota tua, atau hal-hal yang menjemukan yang bisa kau temui disana. Yah, pokoke, nikmatin aja yang pernah aku lihat dan rasakan selama jalan-jalan di sana. Oke coy?

bangkitlah kawan
majulah 
songsonglah
harapanmu
cita-citamu
cintamu
karena kau tidak pernah tahu 
kapan ia singgah di haribaanmu...

Read more...

Sepenggal Catatan Perjalanan Pulau Pari (tulisan pertama)

>> Monday, 21 December 2009

Salemba.
Menginap di masjid ARH baru pertama kali dalam sepanjang hidupku dan mungkin bagi kami yang ada di sini: Sabar, Deden, Pras, Yeye, Fauzan, Dhamar, Alex dan Dzul. Aku, bersama Deden dan Sabar berangkat dari stasiun Pondok Cina pukul 19.15 WIB. Mestinya bareng Dosul juga tapi batang hidungnya kagak keliatan, alias tidak datang.
Beberapa urusan yang sangat urgent terpaksa kutinggalkan, padahal ingin sekali aku menyelesaikannya saat itu juga. Tapi Allah berkehendak lain. Tiba di masjid ARH, kurang lebih pukul 20.30 WIB. Di sana tlah menunggu teman-teman lain beserta perlengkapan yang lumayan banyak. Wah, bener-bener buaaanyak banget. Satu persatu perlengkapan dimasukkan ke bagian belakang masjid ARH (udah ijin loh!). Trus, aku memenuhi hajat perutku yang sudah keroncongan bin seriosa plus dangdutan, hehehe...Alhamdulillah kenyang dah!
Setelah briefing, kami melelapkan diri ke pangkuan mimpi-mimpi indah tapi harus bergumul melawan nyamuk-nyamuk nakal yang hendak mencubit kami! Tahukah kau kawan, kami tidur seperti para back packer, lengkap dengan sleeping bed! atau mirip para penghuni poskamling yang tidurnya seperti Trenggiling hibernasi! Biarlah, yang penting bisa tiduuuuuuurr.. zzz..zzzz.zzz.... (kriik..kriik..kriik..kriiiik...)
Terlelap...
Salemba pagi hari.
Bangun subuh di Salemba. Siap-siap! Kami segera shalat subuh dan ancang-ancang mencari makan persis para penggiat kuli bangunan yang terbangun untuk kembali ke bedeng agar tak di pelototi mandor. Kusam.
Alhamdulillah kenyang juga usai makan di kaki lima Salemba, di antara jeruji pagar masjid. Pagi ini, ARH pasti akan ramai dengan lalu lalang orang dan kendaraan. Mahasiswa, dokter, pekerja, petugas kebersihan, pedagang kaki lima, angkot, bus, motor, dan tak lupa... bajaj! hilir mudik menghiasi jalan Salemba dan gedung sekitar fakultas kedokteran UI ini. Ah, UI emang kagak ada matinye! apalagi mahasiswa kedokteran UI yang sesaat lagi segera mempraktikkan kebolehan mereka mendiagnosa dan membedah pasien, atau hanya untuk melongok sederetan gigi pasien yang hendak dibor karena karang menahun akibat si pasien malas membersihkan giginya meskipun makan dengan tangan kiri dan tidak membaca basmalah.
Pagi ini, kami sebagai penerima 'tamu' teman-teman seangkatan yang sebentar lagi berdatangan dari berbagai penjuru Depok dan Jakarta. Akhirnya, teman-temanku lengkap sudah, dan tinggal menunggu bus!
Waduh, jam 7! bus belum datang. Panik. Kawan, keadaan seperti ini sering terjadi, aku mengalami sesuatu yang orang bilang, panik akut. Aku sendiri tidak tahu apa yang sedang terjadi. Tapi nanti setelah usiaku lebih dewasa, aku tahu jawabannya. Pengen tahu? tunggu saja kawan.
Bus sudah terisi penuh dengan barang bawaan, tas career, ransel, tas one day pack, snorkel, tambang dan sebagainya. Puhh! sesak. Setengah jam kemudian kami berangkat melaju menuju Muara Angke, meretas jalan Salemba yang hiruk pikuk, berdebu dan sesak karena beban di atasnya yang tak kunjung berkurang sekalipun mudik lebaran terjadi tiap tahun. Gedung-gedung perkantoran, rumah sakit, kampus hingga jembatan terisi orang-orang yang lalu lalang. Selamat tinggal Salemba, selamat bertemu kembali ARH!

(Inilah puisi Salemba)
Ada apa Salemba...
Kau begitu muram
Salemba dingin, sebuah evolusi perjuangan dari Salemba yang memanas dan berapi-api
Salemba, rawe rawe rantas malang malang putung
Merdeka Salemba!

Jum'at 17-09-99
Salemba

Read more...

ONLINE

Powered By Blogger

About This Blog

Lorem Ipsum

Our Blogger Templates

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP