UNEG-UNEG

>> Saturday, 6 March 2010

Pagi ini, cerah, aku sedikit melampirkan uneg-uneg. Agak menyebalkan memang, karena setiap hari selalu ada yang mengganggu jalan pikiranku. Tapi ini memang nyata. Coba bayangin dech, hal apa saja yang mungkin tidak ada dalam pikiranmu tiba-tiba saja terhampar dengan jelas dan gamblang. Tentang inilah, tentang itulah ... hhhhhhhh! sebaaaaaaaaaal! Hampir-hampir tidak ada waktu yang lapang untuk menuntaskannya. Inilah yang sering dikatakan banyak orang sebagai 'masalah'! Nah, kawan tau kan bahwa setiap orang mesti punya masalah yang berbeda. Bahkan bisa dikatakan orang yang gak punya masalah, sebenarnya dia sedang bermasalah. Masalahnya adalah kenapa dia tidak punya masalah! Waaaaaaa... binguuuung....:(
So, gimana caranya agar masalah tidak bermasalah?
Hm, aku rasa kawan tau lah caranya...., betul tidak???

Read more...

Ruang Hampa

>> Tuesday, 2 March 2010

Bukan. Bukan itu yang ku maksud. Ruang hampa di sini adalah jeda yang lama sekali antara postingan yang aku tulis di bulan Februari hingga hari ini. Itulah mengapa kegiatan tulis menulis ini agak berat karena menuntut konsentrasi dan konsistensi. Menyesal memang. Tapi penyesalan selalu datang belakangan. Hal yang paling membuat aku menderita sehingga 'tercipta' ruang hampa ini adalah aku sama sekali tidak membuat terobosan baru dalam aktivitas sehari-hari. Baik itu dalam pekerjaan di kantor maupun di rumah. Selalu saja tidak ada celah untuk berbuat yang terbaik. Inovasi yang brillian. Dan lagi-lagi aku, kali ini, terjebak dalam rutinitas yang itu-itu saja. Melelahkan. Sungguh sangat melelahkan...

Read more...

HAH...? INGGRIS???

>> Tuesday, 16 February 2010

Kaget. Setengah mati kagak percaya! bener, sumpah dech...!
Ceritanya begini, salah satu adik kelasku di Biologi UI menceritakan tentang skripsinya. Ngalor ngidul kemana-mana dech. Trus, ada temannya juga yang akan membuat skripsi membuat judul yang mirip dengan judul skripsiku. Tau khan? itu lho, tentang komunitas ikan. Wah, jarang-jarang tuch ada anak wanita yang mau membuat skripsi kayak begituan (begituan??? emangnya mau kayak gimana seh...?). Nah, tadinya adik kelasku ini mau ngajak temannya tadi untuk bertatap muka denganku agar bisa bertukar pendapat mengenai skripsinya. Lalu aku berpendapat, mendingan bertukar pendapat dengan yang lebih ahli, dari pada dengan orang yang gak jelas kayak saya, mending dengan dosen atau pakar. Iya khan??
Nah, dari situlah adik kelasku ini menceritakan salah satu dosen yang pernah jadi pembimbingku sedang mencari orang untuk melanjutkan S2 yang berkaitan dengan ikan. Dia dapat permintaan dari profesor di Inggris. Ternyata tuch, di Biologi UI jarang banget mahasiswa maupun mahasiswi yang  mau berurusan ama ikan. Dosen ini bingung, mau nunjuk siapa? ada satu orang tapi masih kuliah S1, tentunya teman adik kelasku ini. Tanpa sengaja, dosen tersebut menggumamkan kata-katanya seperti ini, "Dulu pernah ada tuch mahasiswa, namanya siapa yaa, kala gak salah...Abdurohim gituh....". Waa, gubrak brak!!! bagai ditubruk gerobak di siang bolong! idiiih...amit-amit dech, emangnya qta apaaaaaann bo', yuuk......
Kaga kebayang dech kalo itu jadi kenyataan. Jangankan ke Inggris, keliling Indonesia aja belum sempat. Tapi, kalo jadi (insyaAllah amiiin...) berarti impian aku jadi kenyataan, akhirnya cita-citaku kesampaian juga, hiks...:)
Bilakah itu terjadi sobat?
Wallahu a'lam bishowab.

Read more...

KOTA TUA

>> Monday, 8 February 2010

Kota Tua.
Tidak menarik! Norak! Terlalu dipaksakan. Sudah lama pikiranku melayang mengenai kota yang sering dinamakan kota tua ini. Inilah cikal bakal kota Jakarta sekarang ini. Apa-apa yang pernah aku lihat dulu mungkin tidak semenarik sekarang ini. Mungkin juga aku terlalu egois tidak memperhatikan kemajuan yang dicapai oleh 'orang-orang' yang telah sedikit merenovasi kota kecil ini. Aku rasa mungkin hanya beberapa sudut yang dibenahi. Sisanya, teronggok seperti sedia kala.
Ah, diriku memang selalu merasa tak puas dengan keadaan yang menurutku tidak pernah rapi. Kota tua, haha.. sudah berapa kali aku melewatinya saat masih bolak-balik UI-Cagar Alam Muara Angke. Tapi kini, meski ramai tetap saja belum mengobati apa yang aku sebut sebagai memori lama. Orang bilang, nostalgila, eh salah! Nostalgia.
Sebenarnya aku ingin berbagi tentang perjalanan wisata ke kota tua beberapa pekan yang lalu, awal tahun baru 2010. Nah, dari sana lah ide ini bermula. Aku ingin menceritakan tentang hal-hal menggelikan seputar kota tua. Tentang tim wisata yang gokil abis, suasana kota tua, atau hal-hal yang menjemukan yang bisa kau temui disana. Yah, pokoke, nikmatin aja yang pernah aku lihat dan rasakan selama jalan-jalan di sana. Oke coy?

bangkitlah kawan
majulah 
songsonglah
harapanmu
cita-citamu
cintamu
karena kau tidak pernah tahu 
kapan ia singgah di haribaanmu...

Read more...

PENGEN JADI ILMUWAN

>> Thursday, 4 February 2010

Sodara-sodara!
Dalam serpihan 'cita-cita' seorang anak, ternyata saya masih mendengar celotehan mereka untuk menjadi seorang dokter, insinyur, polisi, pilot, atau presiden. Yah, namanya juga anak-anak, kagak salah dunk. Tapi, seiring perjalanan waktu saat mereka beranjak remaja atau menjadi dewasa, 'cita-cita' itu pun berubah. Mungkin, mereka lebih pengen jadi artis/selebritis dibanding dokter atau insinyur! Jadi artis bisa menghasilkan banyak duit ketimbang profesi 'begituan'. Masa depan cerah, setidaknya untuk ukuran bangsa Indonesia dech..! Di Indonesia, katanye, jadi artis lebih gampang dari pada kuliah S1 ampe S3. Asal punya tampang yang bisa ngejual, kulit putih atau kuning langsat atau boleh lah sedikit sawo matang, sedikit cas cis cus bahasa asing dengan sedikit gaya semlohai, dan ... yang penting punya percaya diri di depan kamera! Betul sodara-sodara ....?

Sodara-sodara!
Saya jadi ingat waktu kecil dulu. Dan pengen ketawa kalo mengingatnya. Saya punya cita-cita jadi ilmuwan lho! Hebat kan???  Tapi, kau tau apa yang saya lakukan sekarang? Haha, jauh panggang dari pada ayam bakar (lho?!)
Jadi ternyata antara cita-cita dan keinginan saya gak nyambung. Tapi begini sodara-sodara, meski apa yang pernah saya cita-citakan belum tercapai, saya masih punya tekad untuk mewujudkannya. Wuihh mantapp! Nah, itulah kuncinya sodara-sodara! Itulah bedanya saya dengan orang lain! (haha, sori... sori...!!) Namanya juga usaha, ya jangan sampai berhenti donk. Kalau pun tidak semuanya, toh separonya saya juga dapat, betul tidak...?? (pake gaya Aa Gym ya!)

Nah, sodara-sodara!
Begitulah short true story saya waktu kecil dulu. Sederhana, polos, apa adanya dan ... yah, sedikit malu-malu, haha...

I'll be back

Read more...

Berjalan dalam pekatnya malam dan benderangnya siang

>> Wednesday, 27 January 2010

Malam ini sebait doa ku panjatkan ke haribaan Yang Maha Mendengar.
Tahukah kau kawan apa yang menyedihkan dari yang paling menyedihkan? Ditinggal pergi orang-orang terdekat kita. Apatah lagi bila orang-orang tersebut adalah orang-orang yang kita cintai. Bukan kawan, bukan 'pacar' yang aku maksudkan. Karena dalam kamus hidupku tidak ada pacaran. Bisa jadi mereka adalah orang tua kita, kakak, adik, paman, kakek, nenek, teman, sahabat, atau siapa pun yang dekat dengan kita.

Malam ini sebait doa ku panjatkan ke haribaan Yang Maha Pengampun.
Aku merasa beruntung bila dosa-dosaku diampuni oleh-Nya dan dimudahkan untuk melakukan kebaikan yang banyak. Semoga apa-apa yang aku lakukan diampuni oleh-Nya. Baik siang atau malam, jauh maupun dekat, tersembunyi maupun nyata adanya, kecil atau besar, ringan atau berat, dan segala hal yang membuatku tidak nyaman. Hingga aku merasa yakin bahwa kedua kakiku telah menginjak lantai surga.

Malam ini sebait doa ku panjatkan ke haribaan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Tiada yang mampu aku berikan untuk orang lain kecuali atas kehendak-Nya. Merasa sangat butuh kasih sayang-Nya. Betapa merananya orang-orang yang tidak memiliki rasa kasih dan sayang. Mereka menjerit. Meraung-raung bak anak macan kehilangan induk. Liar ..., sesudah itu mati. Lihatlah kesudahan orang-orang yang diberi kasih sayang Tuhannya. Kaya dan bahagia. Kaya, sebab mereka tidak butuh manipulasi untuk menambah harta benda. Kaya, sebab mereka senantiasa bijak bestari dalam hidup dan kehidupan. Mimpi-mimpi mereka senantiasa diperebutkan oleh para penguasa yang sudah hilang kewarasannya. Panjatkanlah doa kawan, ke haribaan-Nya. Sejenak saja...

Malam ini sebait doa ku panjatkan ke haribaan Yang Maha Kuasa Atas Segalanya.
Wahai Tuhan kami berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta jauhkanlah kami dari azab neraka. Aamiin...

what R U doing?

Read more...

KRL Ekonomi Depok-Jakarta

>> Monday, 25 January 2010

Senin, 25 Januari 2010.
Pukul 08.00 WIB.
Tidak berubah. Benar-benar tidak ada yang berubah. Persis seperti yang pernah aku lihat sewaktu masih kecil. Padat, kusam, kumuh, rusuh, semrawut dan beragam kata atau sumpah serapah yang sering dilayangkan kepada pelayanan yang bobrok dan akut dari tahun ke tahun. Padahal data yang sering tertera dan dipublikasikan adalah data orang-orang malang yang menjadi korban akibat kebobrokan akut dan kesembronoan menahun yang tak kunjung membaik itu. Padahal moda transportasi ini merupakan salah satu moda transportasi yang digunakan oleh rakyat banyak karena murah dan cepat. Tapi SELALU saja, yang tersedia untuk rakyat hanyalah sisa-sisa dan asal-asalan. Tak bisakah duduk sejenak untuk menciptakan ide brilian terkait kesejahteraan rakyat?




KRL Ekonomi Depok-Jakarta.
Begitulah adanya. Dulu (dihitung dari umurku), dan kini. Entah bagaimana di masa yang akan datang.
Kawan, tentunya bagiku ini bukan bentuk kepasrahan yang tiada ujung. Atau kemarahan yang tiada pangkal. Kawan, ini adalah kekesalan dan protes terhadap kebuntuan cara berpikir para stake holder yang di tangan mereka-lah kebijakan ini digulirkan. Aku menggugat. Meski, bagi mereka, gugatanku laksana debu di tengah sahara. Atau setetes air di samudera. Percuma.
Tapi, apapun maknanya, suara harus terdengar. Meski entah sampai kapan.
Pemandangan mengerikan yang dipertontonkan para penumpang KRL Ekonomi Depok-Jakarta dari pagi hingga petang telah menjadi 'menu' harian para commuter yang rajin menyambangi stasiun-stasiun kereta antara Bogor-Jakarta. Kawan, tak perlu risau dengan gerbong yang padat karena atap gerbong pun jadi tempat yang 'nyaman' (?). Corat-coret grafiti yang menghiasi gerbong tak usah dikomentari. Sudah biasa. Nikmatilah sajian khas dari para penjaja makanan/minuman yang beraneka ragam dan rasa, cobalah sesekali mencicipi. Ah, sedapnya..... Atau pengen tau atraksi para pengemis dan gelandangan dengan balutan kain compang-camping atau tubuh penuh sedikit darah dan nanah? Unik dan atraktif sekali karena suara parau mereka mampu membangunkan mata yang kerap mengantuk. Bahkan mampu menggerakkan hati orang-orang sekitar menjadi para dermawan dalam sekejap. Mereka semua  hilir mudik (bahkan seharian penuh) bercampur dengan para penumpang lainnya. Belum lagi para pengamen dan pencopet yang kerap mengambil kesempatan dalam kesempitan meski nasib pencopet tak berubah dari masa ke masa. Babak belur dihajar massa. Cobalah sesekali naik KRL Ekonomi Depok-Jakarta di sore hari tatkala para commuter pulang dari kantor ke rumah. Hohoho kawan, mata kakimu bakal tak kau kenali, bahkan separuh tubuhmu seolah lenyap ditelan bumi. Tulang-tulang gemeretak nyaris patah karena tubuh harus berhimpitan dalam gerbong dengan kepadatan tingkat tinggi. Bahkan kepala harus mendongak ke atas terus menerus untuk menghirup oksigen karena anggota tubuh yang lain sudah tak bisa digerakkan. Kau harus memutar tubuh sedikit demi sedikit seperti para penari balet untuk bisa bergeser, itupun 'jago' kalau bisa. Intinya, kalau masih mau 'hidup normal' jangan coba-coba naik KRL Ekonomi Depok-Jakarta...!

I'll come back!

Read more...

ONLINE

Powered By Blogger

About This Blog

Lorem Ipsum

Our Blogger Templates

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP