Sholat gak?

>> Tuesday, 2 August 2011

Saat saya menuju ke masjid untuk sholat subuh, seorang anak kecil sambil memainkan sarung yang terpilin berjalan ke sebuah rumah dekat masjid lalu berdiri dekat pagar rumah, dan berteriak, "Randi! sholat enggak?"
tidak ada jawaban.
"Randi! sholat enggak?"
terdengar jawaban dari dalam rumah, "Ntar, duluan Yo!"
(dalam hati sering berbisik, emang kalau dia kaga sholat, ente juga enggak sholat juga? yah namanya juga anak-anak, selalu ce-es-an, selalu iringan, bila satu begini, maka yang lain juga begitu, hehe. Dulu saya juga begitu sih, hehehe..... Enggak enak kalo gak ada temannya).

Sesampainya di masjid ternyata sekumpulan anak-anak sedang duduk-duduk di teras masjid. Kira-kira ada sepuluh anak disitu. Biasanya mereka belulm mau masuk ke masjid kalau azan belum berkumandang. Satu anak yang berbadan besar menjadi center of excellent dibanding anak-anak yang lain yang berbadan lebih kecil.

Saya tau persis kelakuan anak-anak ini. Sebelum sholat selalu rame-rame kumpul, dan bila sholat selalu bikin rusuh di shaf paling belakang, selesai sholat langsung bubar lalu kumpul kembali sambil merencanakan permainan. Kadang kalau ada petasan, maka tak ayal suasana hening berubah jadi hingar bingar.

Selama seminggu anak-anak sekolahan libur menyambut bulan suci Ramadhan. Betapa asik mereka. Entah puasa atau tidak bagi mereka libur adalah bermain sepuasnya. Tidak ada guru. Tidak ada tambahan PR meskipun selalu ada tugas pelajaran agama selama Ramadhan. Biasanya sebuah buku yang harus diisi sebagai tanda mengikuti taraweh tiap malam ataupun catatan ceramah, yah walaupun saling contek atau dibiarkan kosong. Toh, diisi atau tidak diisi tetap ada nilai dari guru agama.

Nah, ngomong-ngomong selama Ramadhan ini anak-anak disekitar kita sholatnya rajin enggak? hayoo, ajak anak-anak sholat, mumpung Ramadhan, rame-rame ...


*ayo! tuk kebaikan.
2 Ramadhan 1432 H

Read more...

Kandangin Nafsu Lo!


Sabtu kemaren tanggal 30 Juli 2011 jam 9 pagi, pas mau ke kelas bahasa arab di FIB UI, saya melewati koridor sebelah kantin sastra dan melihat poster yang kontennya dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.

Saya pikir, ah, biasa-biasa aja, seperti yang laen. Tapi tiba-tiba mata saya tertumbuk pada kalimat yang tertera pada poster tersebut. Sebuah kalimat yang terlontar dari sosok yang melegenda di blantika mahasiswa. Kalimat seorang asli betawi. Kalimat yang tertera itu dinisbatkan pada (Alm.) Ustadz Rahmat Abdullah.

Isinya: "jangan cuma ayam doank lo kandangin, kandangin juga nafsu lo!" (Ust. Rahmat Abdullah, dalam film Sang Murobbi)

Unik. Menarik. Entah karena saya berada di Fakultas Ilmu Budaya, yang isinya notebene mahasiswa en mahasiswi sastra yang selalu pengen "nyastra" atau hanya pas "kebetulan" saja nemu kayak begonoan. Tapi kata Ustadz Arifin Ilham, tidak ada kebetulan di dunia ini. Semuanya sudah menjadi kehendak Allah swt. Sepakat dah ustadz! hehehe...

Betul banget tuh. Kandangin nafsu, kalo bisa sampe akhir hayat biar kaga liar. Nyok mari, rame-rame kandangin nafsu!
Ayo mpok, bang, encang, encing, nyak, babeh, kasi tau sekampung, biar di bulan suci ini dan seterusnye kagak ada lagi tawuran antar warga kayak kemaren, amit-amit dah! malu-maluin. Apalagi kemaren juga ada tawuran antar ormas, na'dzubillahi min zalik. Mau jadi apa tuh manusia. Mau puasa kok tawuran. Apakah mereka juga puasa? mungkin puasa, tapi ya itu tadi kagak kandangin nafsunya! hiiiii...ngeri.

di bulan suci ini juga saya kembali ber-azzam untuk menulis, menuntaskan tulisan yang saya niatkan tuk jadi buku. Meskipun kenyataannya kagak jadi juga. hiks ... (numpang curcol bang, mpok!)

Oke deh segitu aja dari saya. Moga-moga bulan Ramadhan kali ini kita semua mampu menjalaninya dengan baik dan semakin berkualitas.
Ahlan wa sahlan ya Ramadhan!
Ramadhan mubarak



*ayo semangat! meraih kebaikan.
1 Ramadhan 1432 H

Read more...

ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit S.M.S

>> Friday, 15 July 2011

eits, jangan salah sangka,
jangan salah duga,
ini bukan kepanjangan dari short message service!

ini bukan S.M.S sembarangan,
namanya sederhana
tapi ternyata ga sesederhana itu,
efeknya luarbiasa ke mental kita, kalau kita terjangkit penyakit ini,
kita bakal jadi orang yang tidak peka,
mudah menyalahkan llingkungan bahkan mungkin Tuhan pun dipersalahkan,
kalau bisa, dunia menjadi miliknya seorang saja,
orang lain peduli amat! masa bodoh,
kaga ada urusan!

bayangkan, lihatlah orang semacam itu,
bagaimana sikap kita terhadap orang demikian?
"amit-amit deh!"
"ih, serakah bener tuh"
"ga bakal gue tolong!"
"ah, gue cuekin aja kalo dia minta tolong"
"ngapain berteman ama dia!"

tapi ...
bagaimana jika orang yang terkena penyakit itu adalah kita sendiri?
bisakah kita merasakan hal yang sama seperti orang lain melihat kita?
atau jangan-jangan ...ini adalah efek lain dari penyakit S.M.S
yaitu, tidak punya rasa bersalah atau merasa dirinya benar
atau merasa dirinya selalu terzalimi
na'uzubillahi min zalik

tahukah kau penyakit S.M.S itu?
S.M.S itu kepanjangan dari

Senang Melihat oranglain Susah,

dan Susah Melihat oranglain Senang

na'uzubillahi min zalik




**ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit S.M.S
aku rindu bertemu dirimu ya Rasulullah saw

Read more...

Road to London

>> Tuesday, 12 July 2011

hari ini aku masih di Depok,
kota kecil di pinggiran Jakarta, tempat sebuah universitas ternama
kerna disanalah aku pernah menghabiskan beberapa tahun tuk menuntut ilmu,

hasratku mengelana,
jauh ke seberang sana,
ke sebuah benua, antara Islandia dan Rusia,
orang-orang bermata biru,
lalu lalang melintas samudera,
bak prajurit Viking menjerat lautan,

aku ingin menapak di sana,
ke sebuah benua, orang-orang bermata biru mempesona,
dari tanah Cordova hingga kampung Skandinavia,

London, oi, aku menatap dari sini,
dari tempatku berpijak hari ini,
Big Ben masih berupa lukisan di saraf retinaku,
namun ia masih serupa maya di pelupuk mata,

akankah Eiffel mengalihkan pandanganku dari Buckingham?
ah, ya mungkin saja
tapi kini aku masih keliru menilai diri,
kepercayaan diri yang tak pernah terasah,
menjerembabkan jiwaku pada ngarai terdalam kelemahan,
aku tahu itu salah,
mengizinkan orang lain merobek-robek lembaran mimpi-mimpiku,
atau membiarkan ladang cita-citaku terkoyak oleh mereka yang hasad, dengki,

aku kan berlari dan trus berlari,
hingga menembus ruang dan waktu,
siang dan malam,
tiada henti,
hingga ajal menjemputku,



*pagi dini hari, cisarua

Read more...

aku ingin terus menulis!

>> Sunday, 10 July 2011

aku ingin tetap menulis,
dan terus menulis,
tanpa henti,
apapun yang terjadi
meskipun tak ada yang mempedulikan,
aku tak peduli,
sebab aku menulis bukan untuk mereka,
aku menulis untuk diriku,
aku menulis untuk melukiskan jiwa para pelaku kehidupan,
kebahagiaan,
kedukaan,
kegetiran,
kegalauan,
keputusan,
kenyataan,
kekalahan,
kemenangan,
aku ingin lukiskan apa adanya,
agar setiap jiwa memahami,
betapa kehidupan begitu berwarna,
punya arti di setiap waktu,
tanpa tergantung dari siapa pelakunya,
aku pun ingin mewarnai,
tanpa harus takut terwarnai,
aku berani,
karena itu aku menulis!



*berlari menuju Tuhan.

Read more...

"Boi!"

>> Wednesday, 6 July 2011

saia memanggilnya, "Boi!"
begitu pula para jejaka yang lain.
jangan salah kaprah kawan, panggilan ini adalah panggilan keakraban,
bila kau sudah "berani" memanggilnya "Boi!" itu artinya kita sudah saling rela untuk berteman. Lengkap dengan segala kekurangannya, hehe...

entah sejak kapan panggilan ini dimulai,
menurut cerita dari orang kedua dan ketiga, panggilan "Boi!" bermula ketika seorang office boy di bimbel kami dulu sering mengakhiri kalimat obrolannya dengan kata "Boi!" (mengucapkannya harus terpisah yaitu "Bo" + "i", bukan "Boy!", mengerti kan maksud saia?). Tapi pengertiannya sih sama saja, yaitu sobat (laki-laki). Masih ingat Laskar Pelangi jilid dua? di buku Sang Pemimpi, banyak dialog antara Ikal dan Arai, maupun yang lain selalu memakai sebutan "Boi!" (tapi pengucapannya "Boy!").

maklum saja, dulu para punggawa bimbel semuanya adalah para jejaka, belum nikah pula!
sedangkan sang office boy ini sudah menikah.
maka bisa ditebak bila obrolannya seperti apa. Tapi teman-teman saia tentu saja santun, tidak blak-blakan. Masih ada rasa risih dan malu. Waktu itu saia belum bergabung dengan bimbel. Saia kira itu hanya panggilan iseng saja, tapi ternyata ada sejarahnya juga.

Dan, kini bila berkomunikasi melalui ha-pe maupun telepon, maka selalu dibuka dengan pertanyaan, "Ada apa Boi?"
namun kini, setelah lewat satu tahun, saia tidak mendengar panggilan itu lagi. Sebuah rindu yang tak berbilang, sungguh ingin bersua dengan mereka. Terutama sang pelaku utama dari pagelaran bimbel kami, yakni sahabat kami semua, "Maw!"

Lelaki yang gigi serinya ompong satu di bagian atas itu,
yang tersenyum getir bila mesti mengingat masa lalunya,
ya, sahabat kami semua itu telah menjadi yatim piatu sejak duduk di sekolah menengah pertama, namun ia tegar setegar-tegarnya, ia mampu memperlihatkan bahwa ia mampu bertahan meski kegetiran itu masih terasa, ia adalah mantan ketua BEM di salah satu fakultas di sebuah universitas negeri di jakarta,

ia yang tak mau menampakkan raut kesedihan di hadapan kami semua, karena baginya itu adalah masa lalu,
justru yang terjadi adalah kebalikan, kami yang selalu merepotkannya,
kami yang seringkali curcol kepadanya,

begitulah kenyataannya,
tapi saia rasakan beban mental yang sungguh berat menggelayuti,
ia belum menikah, saat ini,
sementara kakak dan keponakannya butuh perhatian darinya,

kawan, sudah saia bilang padamu, panggilan "Boi!" bukan panggilan biasa, ia adalah panggilan keakraban, lengkap dengan segala kekurangan,
dan ketika saia mengucapkan sekali lagi, di pelupuk mata selalu hadir bayangan sahabat kami itu, lengkap dengan sunggingan senyum getirnya, lengkap dengan gigi ompongnya,
ya, dia adalah sahabat kami semua, "Maw!"

saia tahu kau disana galau, kawan
kami semua pun mengerti kegelisahan yang sering hadir dan membuatmu tidak bisa tidur nyenyak semalaman, kami ingin hadir bersama, agar resahmu jadi bahagia, kami hadir agar pelupuk matamu tak tergenang airmata, namun kami tahu kau tak pernah menangis karena itu, karena bagimu semua adalah kenyataan yang mesti dihadapi, ungkapan yang sering kau lontarkan, "Hidup sudah susah, jangan dibikin susah lagi!"

hari ini, kami ingin hadir bersamamu,
meski dalam bayanganmu, sahabat kami, "Maw!"



*persembahan tuk sobat kami semua, "Maw!"
dunia karya n cita

Read more...

Light!

>> Tuesday, 5 July 2011

sekilas cahaya
berkelebat di wajahku
pias aku tak berdaya
lantas diam terpaku

...

Now or never!
yes, you are the young man!
but, in the next time you'll be ...

...

Enyahlah masa lalu
jangan sering bayangi aku
dimana masa depan
aku kan tuju

...

bila pagi menyaput malam
hilang sudah kelam temaram
apatah senja kian menikam
tapi dosa trus menghunjam

...


*dunia karya n cita
dingin!!!

Read more...

ONLINE

Powered By Blogger

About This Blog

Lorem Ipsum

Our Blogger Templates

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP